Kisah Pondok Labu 211 Tahun Lalu
Java Gov--
Pondok Labu Masa Kini
Kini, Pondok Labu berstatus salah satu dari lima kelurahan di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan kode wilayah 31.71.030.002 dan kode pos 12450, membentang seluas 3,91 kilometer persegi. Utara berbatasan dengan Cilandak Barat, timur dengan Cilandak Timur dan Jagakarsa yang dipisahkan Kali Krukut, selatan dengan Pangkalan Jati wilayah Kota Depok, barat dengan Lebak Bulus yang dipisahkan Kali Grogol alias Sungai Pesanggrahan. Wilayah ini terbagi jadi 10 RW dengan sekitar 96 hingga 98 RT, dihuni puluhan ribu jiwa yang jumlahnya terus berubah dari tahun ke tahun.
Selain UPN “Veteran” Jakarta dan SMA Negeri 34, kawasan ini juga punya Puskesmas Kelurahan Pondok Labu yang berdiri sejak 1986, Pasar Pondok Labu yang masih beroperasi sebagai kelanjutan pasar mingguan zaman kolonial, serta Tugu Tokoh Betawi di Jalan Haji Ipin yang mengabadikan tiga tokoh masyarakat setempat: Haji Ipin, Haji Lihun, dan Ki Haji Kepleh.
Ada pula warisan bela diri khas Betawi bernama Cacag Lembang, konon diperkenalkan pertama kali oleh Ki Kunto pada 1813, tak lama sebelum maklumat Raffles itu terbit, dan terus diwariskan ke generasi berikutnya hingga pertengahan abad ke-20.
Nah, kalau merujuk dari Proklamasi Raffles tanggal 1 September 1815, kini usia Pondok Labu memasuki 211 tahun. Dua abad lebih pasar ini berdiri, segala cerita disimpan di sana.
"Anak Bayuran, apa ceritanye?"
~Pangalengan, 9 Rabi'ul Awal 1448H/ 22 Agustus 2026~
Sumber: