PRJ Dari Pasar Gambir Pindah Kemayoran
Jakarta Fair 2025 dipadati pengunjung-JFK2025-https://www.jakartafair.co.id/post/kebersihan-jadi-prioritas-gelaran-jakarta-fair-kemayoran-2025
Lima hari jelang penutupan JFK 2025, perhelatan tahunan untuk menyambut ulang tahun kota Jakarta itu, masih dipadati pengunjung. Dalam peluncurannya di tanggal 19 Juni 2025 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan, JFK dipenuhi oleh 2.550 perusahaan dengan 1.550 stan yang ikut perhelatan ini. Bayangkan, dengan ribuan peserta itu, tentu lahan yang dibutuhkan juga semakin luas.
Untunglah, pemerintah provinsi DKI Jakarta, menggelar hajatan ini di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran yang berlangsung dari 19 Juni hingga 13 Juli 2025 ini menjadi bagian rangkaian perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta.
Kalau kamu pernah datang ke Pekan Raya Jakarta (PRJ), kamu pasti tahu betapa meriahnya acara ini. Dari konser musik, pameran produk, hingga jajanan khas dari berbagai daerah ada di satu tempat. Tapi di balik itu, PRJ sendiri menyimpan kisah panjang yang mencerminkan sejarah dan perkembangan wajah Jakarta itu sendiri.
Asal muasal PRJ bermula dari zaman kolonial pada tahun 1906. Saat itu, pemerintah Hindia Belanda menggelar pasar yang dikenal dengan Pasar Gambir di kawasan Koningsplein atau sekarang yang kita kenal sebagai Lapangan Merdeka. Pasar malam ini bukan cuma tempat hiburan, tapi juga ajang pameran barang-barang mewah kolonial. Masyarakat dari berbagai golongan datang bukan hanya untuk berbelanja, tapi juga untuk menikmati suasana malam Jakarta pada masa itu
Namun setelah Indonesia merdeka, tradisi ini sempat terhenti. Pada tahun 1953 pagelaran itu kembali dihidupkan dengan nama Pekan Raya Indonesia. Tapi, kegiatan ini belum berjalan secara rutin. Pada tahun 1968, Gubernur DKI jakarta pada saat itu yaitu Ali Sadikin memiliki Ide untuk menghidupkan kembali acara besar seperti ini dengan konsep yang lebih modern. Ia ingin menciptakan acara tahunan yang bisa menjadi tempat promosi industri, UMKM, sekaligus perayaan ulang tahun kota Jakarta. Maka lahirlah PRJ yang pertama yang digelar di sekitar Monumen Nasional (Monas) pada 5 Juni 1968.
Sejak saat itu, PRJ menjadi acara yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Pada tahun 1992 lokasi PRJ dipindahkan ke JIExpo Kemayoran yang mana itu merupakan bekas bandara internasional dengan tujuan bisa menampung lebih banyak peserta dan pengunjung. Semenjak itu PRJ tumbuh menjadi acara besar berskala nasional dengan unsur pameran dagang, hiburan rakyat, hingga pelestarian budaya.
Yang membuat PRJ istimewa bukan hanya ukurannya yang besar. Di sini, kamu bisa lihat pertunjukan lenong Betawi, konser musik dari artis ternama, pameran produk lokal, sampai kuliner khas Jakarta dan daerah lain. Semuanya menyatu dalam semangat pesta rakyat yang hidup dan terbuka. Hingga sekarang PRJ tetap jadi ruang bagi budaya lokal, kreativitas, dan semangat warga Jakarta bisa tampil dan diapresiasi oleh khalayak umum.
Sumber: